Skip to main content

Kolaborasi PW NU Jatim dan Pemprov Jatim Tekan Angka Stunting

Oleh: Cak DakelanPada: Desember 23, 2019

Kolaborasi PW NU Jatim dan Pemprov Jatim Tekan Angka Stunting
Saat ini stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, berdasarkan Riskesdas tahun 2018 masih ada sekitar 27,7 % balita di Indonesia menderita stunting. Semua wilayah di Indonesia memiliki prevelansi stunting termasuk juga di wilayah provinsi Jawa Timur.

Penyebab stunting sendiri multidimensi, paling tidak ada empat penyebab terjadinya stunting seperti praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk ANC, post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas, penyebab lainnya yaitu kurangnya akses ke makanan gizi dan juga kurangta akses ke air bersih dan sanitasi. Karena penyebab yang multifactor, maka penyelesaian persoalan stunting juga harus dilakukan dengan pendekatan multisector.

Semua pihak harus terlibat dalam penanganan persoalan stunting ini, baik pemerintah, masyarakat dan juga sector swasta. Dengan adanya sinergi multipihak ini diharapkan akan semakin mempercepat penurunan angka stunting sebagaimana menjadi prioritas pembangunan nasional yaitu perwujudan generasi emas.

Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk terbesar setelah Jawa Barat, tentu memiliki potensi masalah stunting yang tinggi juga, oleh karena itu penanganan masalah ini menjadi prioritas bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berkaitan dengan hal itu, pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri karena Pemprov memiliki keterbatasan-keterbatasan seperti pendanaan, sumber daya manusia.

Menyadari akan hal tersebut, Pemerintah Provinsi perlu untuk membangun kemitraan dengan kelompok masyarakat, salah satunya dengan Nahdlatul Ulama (NU). Bentuk kemitraan ini salah satunya diwujudkan dalam bentuk pembentukan Relawan Stunting.

Pengurus Wilayah Nahdlatl Ulama (PW NU) Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pada tanggal 23 Desember 2019 bertempat di Gedung Negara Grahadi, telah mengukuhkan Relawan Stunting yang berasal dari Badan Otonom (Banom) dan Lembaga NU se Jawa Timur termasuk Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU).



Relawan stunting ini nanti yang akan bertugas untuk melakukan kampanye penyadaran tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi balita, selain itu relawan juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan deteksi dini stunting.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyambut baik kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan PW NU Jawa Timur. Harapannya melalui kerjasama ini akan semakin mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Timur.

Menurut Wakil Gubernur, NU merupakan Organisasi Masyarakat yang memiliki jaringan mulai dari pusat, provinsi hingga ke desa. Sehingga dengan struktur yang cukup luas tersebut, akan semakin mempercepat proses deteksi dini stunting yang akhirnya akan mempercepat proses penanggannya juga.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar