Skip to main content

follow us

Mengenali Potensi Diri Untuk Perubahan

Sebagian orang selama ini selalu mengeluh dengan segala kekurangannya, sedikit-sedikit selalu mengatakan bahwa saya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Selalu berpikir tentang kelemahan menjadikan sebagian orang menjadi putus asa dan tidak melakukan apa-apa. Tahukah jika, dibalek kelemahan yang kita miliki pada dasarnya manusia memiliki potensi atau aset diri yang jika dikembangkan akan menjadi modal untuk meraih kesuksesan.

Jika kita diminta untuk menghitung kelemahan kita, akan dengan sangat fasih kita mengidentifikasi kelemahan kita akan tetapi untuk mengidentifikasi kelebihan yang kita miliki biasanya kita akan mengalami kesulitan. Menurut saya sendiri, mengapa seseorang mengalami kesulitan untuk melihat potensi dan aset diri, pertama bisa jadi karena kita tidak percaya diri untuk mengungkapkan apa yang menjadi kelebihan kita, kedua, kita sudah dibiasakan untuk selalu melihat kelemahan diri kita, dan juga biasanya kita memang lebih mudah menunjukkan kelemahan orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, pola pikir kita selalu kita arahkan untuk selalu berpikir bagaimana mengorek keburukan atau kelemahan orang lain, tanpa mau sedikit peduli dan menghargai potensi orang disekitar kita. Dan fatalnya pola pikir tersebut juga sampai pada penilaian diri kita sendiri, yang tidak pernah menghargai apa yang potensi yang kita miliki. Kita selalu bersikap untuk merendah atau menonjolkan kelemahan kita dengan harapan akan ada belas kasihan dari orang lain.

Akibat selanjutnya dengan pola pikir tersebut, kita menjadi lebih pesimis untuk melakukan sesuatu yang besar, atau tidak berani melakukan loncatan dalam merencanakan masa depan kita. Pola pikir yang demikian juga akan membawa kita selalu menikmati “zona nyaman”. Pada akhirnya kita hanya akan menjadi penonton atas lompatan dan keberhasilan orang lain yang berani bersikap optimis dalam merencanakan masa depan mereka.

Berpikir optimis itu mempertegas pada diri kita sendiri, bahwa kita memiliki kemampuan atau potensi untuk melakukan sesuatu untuk merubah masa depan. Dan itu harusnya kita tanamkan di alam bawah sadar kita, supaya kita selalu memiliki motivasi menghadapi tantangan dunia yang semakin tidak mudah.

Diera yang serba modern ini dibutuhkan semangat dan optimisme yang tinggi untuk mampu bersaing. Perubahan yang begitu cepat, dunia yang semakin tanpa batas mengharuskan kita untuk terus mengoptimalkan segala potensi yang kita miliki sekecil apapun itu untuk bisa bertahan dan juga memiliki kemampuan untuk melakukan adaptasi dengan perubahan.

Banyak orang sukses yang selalu berpikir bagaimana menaklukan dunia ini, dan banyak orang yang gagal karena takluk terhadap perubahan dan tergilas dengan perubahan yang terus terjadi.

Berpikir optimis itu, jika kita ibaratkan sebuah gelas dengan setengah berisi air, nah kita harus melihat bahwa gelas tersebut setengah berisi air selain memang setengahnya kosong. Jika kita bisa melihat setengah air dalam gelas, artinya kita mejadi optimis bahwa kita memiliki potensi atau aset yang bisa didaya gunakan untuk melakukan perubahan.

Kata kunci selanjutnya adalah, kita harus selalu memiliki kemauan untuk belajar. Ibarat pepatah belajar itu tidak mengenal umur, atau ruang dan waktu. Selama kita masih hidup kewajiban kita untuk terus belajar, agar kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi disekitar kita. Contohnya, diera yang serba digital ini mau tidak mau kita harus bisa mengadaptasi perubahan tersebut. Kita tidak boleh menyalahkan perubahan, artinya kita harus belajar bagaimana kecangihan tehnologi informasi ini berkerja untuk merubah tatanan dunia. Jika kita pasrah, maka kita yang akan tertinggal oleh arus informasi yang begitu cepat.

You Might Also Like:

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar