Skip to main content

follow us

Mendarat Untuk Kyai Ma'ruf Amin

Ribuan warga Nahdliyin di Kabupaten Tuban pada rabu pagi (23/01/2019), memadati lapangan sepak bola di GOR Tuban, mereka berasal dari pengurus cabang, Badan Otonom (Banom), dan Lembaga yang ada di Nahdlatul Ulama (NU) Tuban. Para warga NU tersebut rela untuk duduk hanya beralasan tikar untuk menyambut kedatangan K.H Ma'ruf Amin yang saat ini sedang mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden mendampingi Bapak Ir. Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan besok pada 17 April 2019.

Diringi dengan sholawatan khas NU, ribuan warga NU tersebut bersiap untuk melakukan deklarasi Tim "Pendarat" untuk Kyai Ma'rauf Amin. Istilah pendarat ini cukup unik, karena biasanya yang sering kita dengar adalah tim relawan untuk atau pendukung. Istilah mendarat ini sebenarnya lebih sering kita dengar kalau di kampung-kampung, jika ada keluarga, tetangga atau teman sedang mengadakan hajatan seperti pernikahan, khitanan dan hajatan lainnya, maka kita sebagai keluarga, tetangga dan teman akan diminta atau mengajukan diri untuk mendarat.

Mendarat biasanya adalah menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk membantu kelancaran dan kesuksesan dari hajatan yang dilakukan. Mendarat sendiri dilakukan dengan sukarela atau tidak mengharap imbalan apapun dari yang melaksanakan hajat, namun biasanya yang punya hajat akan memberikan makan, dan jajanan. Tradisi unik ini sudah terjadi sejak lama dikampung-kampung, yang merupakan wujud gotong-royong atau solidaritas antar keluarga, tetangga dan teman.

Karena sifatnya sukarela, mendarat ini dilakukan secara bergantian, tanpa diminta pemilik hajat nantinya juga akan mendarat, jika pendarat lainya memiliki hajatan, dan itu akan berlangsung secara alamiah. Pengalaman saya di Kampung-kampung, antara pemilik hajat dan pendarat ini memiliki semangat yang sama bagaimana hajatan bisa berjalan lancar, pendarat pun meskipun tidak dibayar tetapi merasa memiliki tanggungjawab untuk menyukseskan hajatan.

Berangkat dari tradisi itulah, warga NU di Tuban menyebut dirinya sebagai pendarat Kyai Ma'ruf Amin yang saat ini memiliki hajatan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden. Kyai Ma'ruf Amin sendiri bagi warga NU merupakan tokoh yang sangat dihormati, beliau adalah tokoh NU salah satu Kyai di NU yang berpengaruh, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rais Aam PBNU. Dan warga NU yang memiliki latar belakang santri, sosok Kyai adalah panutan yang wajib untuk dimuliakan karena keilmuannya. Warga NU akan selalu Sa'mina Wa atho'na terhadap apa yang didawuhkan oleh Kyai.

Sebutan Pendarat untuk Kyai Ma'ruf Amin merupakan wujud dari sikap tawadhu' santri terhadap Kyai, para warga NU ini akan dengan sukarela memberikan tenaga, pikiran dan bahkan tidak segan untuk mengeluarkan uang demi suksesnya hajatan sang Kyai. Mendarat untuk menyukseskan Kyai Ma'aruf Amin sebagai wakil presiden pada pemilu april nanti adalah tanggung jawab santri dan warga NU secara umum.

Mendarat untuk mensukseskan hajat pilpres, mencurahkan tenaga, pikiran dan bahkan mengeluarkan uang untuk mengajak pemilih agar memilih pasangan Jokowi dan Kyai Ma'ruf dalam Pemilu nanti. Caranya, setiap santri dan warga NU melakukan pendekatan dari pintu ke pintu, tetangganya, teman dan keluarga untuk diajak mendukung dan memilih Kyai Ma'rif Amin.

Dalam konteks pilpres ini, mendarat merupakan ihktiar yang dilakukan oleh santri dan warga NU agar Kyai NU yang saat ini sedang mencalonkan menjadi pemimpin negeri ini dapat terpilih dan meberikan kemasyalahatan umat. Dengan bergeraknya santri dan warga NU, diyakini akan semakin mendekatkan kemenangan bagi K.H Ma'ruf Amin meraih kursi Wakil Presiden, dan NU juga akan semakin dapat berkontribusi pada bangsa dan negara melalui kursi kekuasaan. Aminn.

You Might Also Like:

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar