follow us

Menemu Kenali Aset dan Potensi Desa Untuk Pembangunan

Penyusunan perencanaan pembangunan di desa saat ini masih menggunakan pendekatan masalah, untuk menyusun kebijakan pembangunan melihat apa masalah dan kendala yang dihadapi sehingga rumusan program pembangunan tidak lebih hanya untuk mengatasi masalah jangka pendek dan tidak memiliki jangka panjang atau berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Pola pikir inilah yang masih berkembang pada stakeholders pembangunan di desa.

Mengutip ucapan R.M Brown dalam karyanya Cristopher Dureau mengatakan " Bila anda mencari masalah, anda akan menemukan lebih banyak masalah; Bila anda mencari sukses, anda akan menemukan lebih banyak sukses; Bila anda percaya pada mimpi, anda akan merengkuh keajaiban. Kata-kata ini dapat dimaknai bahwa, ketika kita berfokus pada masalah maka akan selalu muncul masalah yang tidak akan pernah habis, oleh karena itu harus mulai merubah pola pikir kita dengan melihat potensi atau kekuatan yang kita miliki untuk membangun mimpi atau cita-cita bersama. Begitupun dalam konteks pembangunan desa, sudah saatnya kita melihat atau mengidentifikasi apa kekuatan dan aset yang dimiliki oleh desa yang kemudian dapat kita manfaatkan untuk membangun mimpi pembangunan desa.

Seperti kita memandang sebuah gelas setengah penuh, merancang pembangunan harus selalu dengan logika optimis sehingga kita tidak mudah menyerah karena banyaknya masalah yang ada. Jika desa serius untuk menemukenali atau mengidentifikasi kekuatan atau potensi serta aset, maka akan banyak sumberdaya yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan desa. Akan tetapi, sampai saat ini desa masih kesulitan untuk mengidentifikasi aset yang dimiliki sehingga tidak jarang, sumberdaya yang dimiliki baik fisik maupun non fisik yang terbengkalai tidak termanfaatkan secara efektif.

Pengertian aset sendiri bisa menggunakan beberapa pendekatan, secara teori sebagaimana disampaikan oleh Sherraden (1991 : 96) mendefinisikan aset sebagai saham kekayaan dalam rumah tangga atau unit lainnya. Definisi yang lain, bahwa aset merupakan yang berguna atau berharga, berkualitas, orang atau hal yang merujuk pada kelebihan atau sumber daya (dictionary.com). Terdapat 2 jenis aset yang banyak dijumpai, yaitu aset fisik dan aset non fisik. Aset fisik biasanya berupa jalan, bangunan, infrastruktur dan sumberdaya alam dalam masyarakat. Sedangkan untuk aset non fisik misalnya, ketrampilan, kepemimpinan, modal sosial dan lain-lain yang merupakan kekuatan yang dimiliki dalam sebuah komunitas.

Berdasarkan undang-undang no. 6 tahun 2014, desa memiliki kewenangan untuk mengelola dan memanfaatkan aset yang dimiliki dalam rangka melaksanakan pembangunan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kewenangan mengelola aset desa dipertegas melalui peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) No. 1 Tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Berdasarkan aturan tersebut, jenis aset desa yang dimaksud adalah kekayaan asli yang dimiliki oleh desa, serta kekayaan yang diperoleh dari hibah, sumbangan, hasil kerja sama desa (pasal 2). Yang dimaksud dengan kekayaan asli desa, dalam permendagri tersebut terdapat paling tidak 11 jenis kekayaan asli desa, diantaranya : tanah kas desa, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air, pemandian umum dan lain-lain kekayaan asli desa.



Penataan dan identifikasi aset di desa sangatlah penting, selain secara administrasi tertata untuk menghindari penyalahgunaan aset desa juga dengan teridentifikasinya aset baik fisik maupun kekuatan atau potensi non fisik yang dimiliki oleh desa dan warga/komunitas dapat mendukung efektifitas pencapaian tujuan pembangunan desa.

Meski tidak banyak, dengan menemukenali aset dan potensi desa ternyata juga dapat memberikan pemasukan pendapatan bagi desa. Kita bisa lihat cerita-cerita dari desa yang berhasil mengelola aset alam yang dikelola menjadi wisata desa dapat menyumbang pendapatan asli desa (PADesa). Dengan bertambahnya pemasukan desa diluar DD, maka akan semakin meningkatkan kemampuan desa untuk melaksanakan pembangunan dan mendorong percepatan terwujudnya kemandirian desa.

Mengoptimalkan aset dan potensi desa akan mengurangi ketergantungan desa dan meningkatkan partisipasi warga desa dalam menyelesaikan permasalahan desa, dan yang lebih penting adalah pemanfaatan sumberdaya desa akan semakin menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap hasil pembangunan desa. Pembangunan berbasis aset, tidak hanya mengandalkan aset berbentuk kekayaan sebagaimana disebutkan dalam aturan diatas, akan tetapi juga bagaimana menemukenali aset yang dimiliki oleh warga desa seperti pengetahuan warga, ketrampilan, ketokohan yang jika dimaksimalkan akan sangat membantu desa untuk menyelenggarakan pembangunan.

Yang terpenting lagi adalah dalam indentifikasi dan pengelolaan aset serta potensi desa, dilaksanakan dengan transparan, partisipatif dengan melibatkan sebanyak mungkin warga desa. Hal ini penting karena dengan transparan dan partisipatif, akan dapat membuka potensi-potensi yang selama ini tersembunyi atau tidak teridentifikasi. Melalui pemetaan partisipatif, masyarakat atau komunitas desa memiliki peluang untuk menyampaikan potensi diri yang dimiliki dan kemudian dapat dikontribusikan dalam setiap rencana pembangunan desa.

Banyak aset dan potensi yang dimiliki oleh warga desa atau komunitas didesa, akan tetapi selama ini masih belum teridentifikasi sehingga tidak termanfaatkan dan terkelola dalam rangka merencanakan pembangunan desa. Warga desa jarang diajak untuk terlibat dalam mengidentifikasi potensi yang dimiliki yang akibatnya masyarakat tidak merasa penting untuk menjaga hasil pembangunan, karena warga desa hanya dimintai untuk menyampaikan masalah yang belum tentu masalah tersebut terakomodasi dalam kebijakan pembangunan desa. Sudah saatnya pemerintah desa meminta warga desa untuk menyampaikan potensi atau aset yang dimiliki untuk bersama-sama dikelola dan dimanfaatkan untuk pembangunan desa.













Disclaimer: Tulisan-tulisan yang ada di blog ini merupakan pendapat pribadi, bukan mewakili lembaga manapun. silahkan mencuplik, mengutip tulisan (opini) yang ada di blog ini tapi sebelumnya harus konfirmasi melalui email : dakelan.tb@gmail.com atau di nomer 081332025450 (WA Only).

Baca Artikel Lainnya: