follow us

Kritik Bagi Tukang Kritik

Kebanyakan orang beranggapan kritik adalah menyampaikan pikiran untuk menyikapi suatu fenomena yang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Dalam konteks politik biasanya kritik disampaikan atas ketidaksetujuan kita terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah atau penguasa. Kritik juga dapat disampaikan terhadap hasil karya orang lain, misalnya tulisan, karya seni yang menurut kita tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. Diera yang modern dan serba digital ini, kritik dapat disampaikan dengan berbagai media terutama melalui media sosial.

Jika kita cermati berbagai motivasi orang dalam melakukan kritik terhadap sesuatu, baik kepada penguasa, maupun terhadap hasil karya seseorang. Tidak jarang orang melakukan kritik hanya karena tidak suka terhadap pribadi orang bukan pada kebijakan atau hasil karyanya, kritik juga banyak dilakukan hanya sekedar untuk memperoleh perhatian. Kita bisa saksikan fenomena saat ini, banyak orang mengkritik tetapi tidak paham dengan masalah yang sedang dikritiknya, karena minimnya pengetahuan tentang masalah, bisa juga karena tidak menguasai data yang memadai sehingga kritik yang disampaikan tidak berbeda dengan sikap "nyiyir" atau atas dasar suka tidak suka tadi.

Lalu kemudian apakah salah seseorang menjadi tukang kritik ? diera demokrasi saat ini tentu tidak salah menjadi tukang kritik, karena setiap memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya dan itu dijamin oleh undang-undang termasuk menyampaikan kritik.

Menjadi tukang kritik merupakan pilihan yang juga mulia, karena menunjukkan kepedulian kita terhadap sebuah fenomena sosial politik, misalnya dengan adanya kritikan terhadap kebijakan berharap ada perubahan kearah yang lebih baik dari kebijakan tersebut dan ini tentu akan membawa manfaat bagi banyak orang, karena kebijakan yang dibuat oleh pemerintah berdampak kepada masyarakat banyak.

Akan tetapi menjadi tukang kritik tidak hanya dapat dilakukan dengan hanya bermodal kepandaian bicara, memiliki suara yang keras atau memiliki jabatan yang memungkin dia melakukan kritik. Seorang tukang kritik sebaiknya orang yang memiliki keahlian dari apa yang dikritiknya, sehingga kritik yang disampaikan akan membawa perubahan tidak terjebak pada like and dislike (suka tidak suka).

Seorang tukang kritik kebijakan publik misalnya, dia harus memahami tentang bagaimana proses penyusunan kebijakan publik, implementasi kebijakan publik sehingga kritik yang disampaikan akan didengar selain itu juga kritik akan menjadi lebih objektif apalagi jika ditambahi dengan data-data yang faktual.

Saat ini karena era kebebasan, setiap orang dengan mudah menyampaikan kritik tetapi hanya sekedar bunyi, tidak disertai dengan data faktual apalagi solusi dari masalah yang dikritiknya. Hal ini tentu akan membuat bingung masyarakat, alih-alih diperhatikan justru kritik tersebut digunakan untuk menghantam kembali si pengkritik. Kritik yang bertanggungjawab, menurut saya adalah kritik yang disampaikan dari hasil telaah, atau kajian yang mendalam terhadap sebuah fenomena. Dengan adanya kajian tersebut akan mendapatkan data yang kemudian juga akan menjadi dasar untuk membuat solusi juga.

Diera kebebasan saat ini juga, banyak dimanfaatkan orang untuk mencari panggung politik dengan cara melakukan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah dengan hanya asal beda tanpa memahami dan disertai data yang kuat dan parahnya lagi juga tanpa solusi yang ditawarkan. Apalagi jika fenomena tersebut banyak dilakukan oleh orang-orang yang menjadi tokoh, tentunya hal demikian hanya akan membuat kegaduhan tanpa ada penyelesaian dari sebuah persoalan yang dikritik.

Selain itu juga banyak orang melakukan kritik hanya karena ingin berebut kuasa dan mengharapkan imbalan (rent Seeking) yang ujung-ujungnya akan diam dan berhenti mengkritik ketika sudah mendapat kuasa atau jabatan, hal yang demikian saat ini sepertinya menjadi hal yang biasa atau lumrah padahal ini menjadi sesuatu yang berbahaya karena sama dengan membuat lingkaran setan kejahatan.

Misalnya melakukan kritik terhadap kebijakan yang jelas-jelas salah dan berdampak buruk terhadap hajat hidup orang banyak, tapi si tukang kritik melakukan kritik dengan harapan untuk mendapat keuntungan dari kebijakan tersebut itu artinya mengkritik untuk menutupi sebuah kebijakan yang jahat berarti sama-sama jahatnya.

Sebagai masyarakat tentu kita berharap bahwa adanya tukang kritik dapat menjadi penyeimbang bagi pembuat kebijakan, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar membawa manfaat bagi banyak orang. Karena kebijakan yang tanpa kritik akan cenderung menyimpang dari tujuan awalnya. Tetapi kritik yang kita harapkan adalah kritik yang membangun, memiliki solusi, dan berdasarkan data yang valid sehingga pengkritik dan yang dikrtik sama-sama memiliki tujuan untuk memperbaiki kebijakan atau hasil karya lainnya. Wallahu'alam
Disclaimer: Tulisan-tulisan yang ada di blog ini merupakan pendapat pribadi, bukan mewakili lembaga manapun. silahkan mencuplik, mengutip tulisan (opini) yang ada di blog ini tapi sebelumnya harus konfirmasi melalui email : dakelan.tb@gmail.com atau di nomer 081332025450 (WA Only).

Baca Artikel Lainnya: