follow us

Viral Video Palajar SMA Joged Erotis, Lemahnya Pengawasan di Sekolah ?

Setelah kasus kekerasan di sekolah yang menewaskan seorang guru di sampang, kini dunia pendidikan kita kembali heboh dengan adanya Joged erotis yang dilakukan siswa-siswi SMA di Blitar Jawa Timur. Video Joged siswa tersebut menjadi viral di media sosial setelah tersebar melalui You tube. Video Joged yang diperankan oleh empat pasang siswa -siswi tersebut, dianggap tidak senonoh, karena dinilai mengandung unsur erotis. Dengan diiringi musik seperti musik dugem, dan gerakan jogetnya dianggap berbau erotis apalagi dilakukan oleh siswa SMA yang menurut sebagian kalangan kurang mencerminkan kesopanan.

Dalam video tersebut sebanyak delapan siswa siswi saling berpasangan dan berhadapan melakukan semjulah gerakan vulgar. Sementara satu orang siswi diskenariokan seorang diri yang hanya duduk dan kebingungan. Para Remaja yang masih mengenakan seragam sekolah lengkap berjoget vulgar yang menjurus pada gerakan erotis.

Tak ayal, video dengan durasi 14 menit tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat. Menurut beberapa pendapat masyarakat, video tersebut kurang pantas dilakukan oleh pelajar SMA, dan ini menunjukkan lemahnya pengawasan kepada siswa-siswi sekolah pada saat di sekolah.

Munculnya video Joged erotis siswa SMA tersebut, semakin menambah catatan buruk dunia pendidikan kita. Belum reda cerita kekerasan yang terjadi di sekolah yang tidak jarang sampai berujung hilangnya nyawa, kini cerita buruk kembali hadir yaitu terkait dengan perbuatan yang kurang pantas dari siswa-siswi SMA. Pertanyaanya kemudian apakah akan menunggu cerita-cerita buruk lainnya bermunculan, tentu kita tidak mengharapkan itu terjadi kembali.

Terkait kasus tersebut, pihak sekolah, Pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan supaya tidak terulang kembali kejadian yang mencoreng dunia pendidikan kita. Kepolisian harus mengusut unsur pidana, kepada semua pihak yang terlibat dalam video tersebut sesuai dengan porsi hukum yang berlaku, termasuk kepada penyebar video itu. Kepada pihak sekolah, kita berharap ada evaluasi secara menyeluruh terutama soal pengawasan anak didik, supaya memanfaatkan waktu kosong pelajaran dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Pengusutan kejadian tersebut diperlukan untuk mengetahui sebab atau akar masalah mengapa kegiatan negatif tersebut bisa terjadi. Sebab hanya dengan menyalahkan siswa juga tidak bijak, karena kejadian tersebut pasti ada latar belakangnya. Apalagi siswa SMA adalah masa remaja menginjak dewasa, dimana masa-masa itu adalah masa mencari jati diri sehingga tidak akan berdampak positif jika kita terlalu menyalahkan mereka.

Sekolah adalah lembaga formal untuk mencari ilmu sekaligus tempat untuk mengembangkan diri, melatih diri untuk menjadi manusia yang memiliki karakter, tanggungjawab sosial dan tanggungjawab diri sendiri. Sehingga sangat tidak pantas jika sekolah menjadi peluang bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar norma, kesopanan. Oleh karena itu, harus ada evaluasi terutama untuk sistem pengawasan di Sekolah.
Disclaimer: Tulisan-tulisan yang ada di blog ini merupakan pendapat pribadi, bukan mewakili lembaga manapun. silahkan mencuplik, mengutip tulisan (opini) yang ada di blog ini tapi sebelumnya harus konfirmasi melalui email : dakelan.tb@gmail.com atau di nomer 081332025450 (WA Only).

Baca Artikel Lainnya: