Skip to main content

follow us

Kopi dan Perubahan Sosial, Ayo Ngopi Dulu !

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkahsiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 300 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan resiko penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung.

Kopi saat ini menjadi minuman favorit berbagai kalangan, seakan menjadi fenomena sosial baru dikalangan masyarakat kita. Kopi juga menjadi media komunikasi antara pemimpin dan rakyatnya, dibeberapa daerah banyak bupati yang melakukan minum kopi pagi bersama masyarakat (coffe morning) untuk menggali aspirasi dan masukan. Dikalangan anak muda, kopi juga lagi ngetrend, mereka menghabiskan waktu berjam-berjam untuk menikmati secangkir kopi sambil ngobrol dengan teman-temannya.

Maka tidak heran, perkembangan warung kopi, kedai-kedai kopi seperti jamur dimusim penghujan. Mulai dari warung kopi kelas, menengah sampai kelas trotoar pinggir jalan dipenuhi dengan warung kopi. Bisnis kopi juga semakin menjanjikan dengan semakin meningkatnya jumlah penikmat kopi. Pembicaraan diwarung kopi dimulai dari hal yang ringan, sampai perbincangan yang berat-berat termasuk diskusi-diskusi tentang sosial politik.

Kopi tidak sekedar minuman, tapi media interaksi sosial dan politik. Tidak jarang perselisihan sosial antar kelompok, antar individu dapat diselesaikan dengan ngopi bersama. Kata-kata yang sedang populer, ketika ada konflik dan perselisihan diantara teman, "pasti belum ngopi", seakan kopi dapat menjadi mediator dalam penyelesaian konflik.


Lebih luas lagi, kopi membantu membentuk budaya dan sejarah manusia. Kedai kopi saat ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi dalam sejaranya juga kedai kopi pernah memiliki peran penting sebagai tempat berkumpulnya kaun intelektual. Maka tidak heran saat ini, kedai-kedai kopi menjadi tempat berkumpulnya kelompok intelektual untuk mendiskusikan ide-ide revolusioner. Gerakan-gerakan sosial yang besar, tidak jarang berawal dari diskusi-diskusi diwarung kopi.

Dalam masa kolonial Amerika, minum kopi menjadi simbol kesetiaan pada revolusi. Kopi jadi simbol perlawanan terhadap naiknya pajak teh oleh pemerintah Inggris. Hal ini juga memicu pembuangan teh besar-besaran di pelabuhan Boston.

Kopi juga dipercaya memiliki peran besar dalam revolusi industri. Akibat upah buruh yang minim dan jam kerja yang panjang, para buruh tidak mampu membeli makanan yang pantas untuk memenuhi kebutuhan asupan tenaga, alhasil kopilah yang dicarai saat jeda makan siang sebagai pengganti makanan.

Jangan lupa ngopi untuk menemukan inspirasi kamu, tetapi minum kopinya jangan terlalu banyak secukupnya saja dan sangat disarankan dikonsumsi tanpa gula dua kali sehari. Dan temukan insipirasimu melalui segelas kopi dipagi hari setelah sarapan dan segelas sore hari setelah makan. Mari ciptakan perubahan dengan secangkir kopi !!!

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar