Skip to main content

follow us

Cara Mengurus Akte Kelahiran Baru Di Tuban : Syarat dan Prosedurnya

Dokumen Akte Kelahiran saat ini sangat penting, sebab dokumen tersebut merupakan bukti bahwa negara telah mengakui kelahiran dan status hukum setiap warga negara baik yang baru lahir. Untuk itu setiap anak/bayi yang baru lahir wajib dicatatkan kepada dinas kependudukan setempat. Catatan tersebut berupa akte kelahiran yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kemudian bagaimana cara mendaftarkan anak atau bayi yang baru lahir tersebut yang kemudian akan mendapatkan akte kelahiran. Syarat dan prosedurnya sebenarnya sangat mudah, kalau kita mengetehaui dari awal. Sekarang ini sudah banyak media informasi yang bisa diakses untuk mendapatkan informasi bagaimana mengurus dokumen kependudukan dengan benar.

Pengalaman saya mengurus akte kelahiran anak saya yang pertama mengalami kesulitan terutama dalam pemenuhan persyaratan, sehingga harus bolak-balik ke kantor Dinas kependudukan untungya rumah saya dekat dengan kota sehingga tidak begitu repot. Bisa dibayangkan kalau yang rumahnya jauh dari pusat kota, seperti diwilayah Kecamatan Kenduruan, Jatirogo dan lainnya selain menyita waktu juga memakan banyak biaya.

Kebijakan pengurusan di Kabupaten Tuban termasuk akte kelahiran tidak ada biaya apapun yang dipungut oleh pemerintah daerah. Tapi biasanya, banyak masyarakat yang malas mengurus sendiri sehingga memanfaatkan jasa orang lain dengan memberikan uang transportasi yang terkadang jumlahnya sampai ratusan ribu.

Supaya tidak banyak menyita waktu dan mengeluarkan biaya untuk mengurus akte kelahiran, saya akan memberikan informasi tentang syarat dan prosedur pengurusan akte kelahiran. Informasi ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan juga berdasarkan pengumuman pengurusan dokumen kependudukan yang dipasang oleh pemerintah daerah Tuban, baik di Setiap kantor desa/kelurahan maupun di dinas Kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Tuban.

Untuk mengurus akte kelahiran anak atau bayi yang baru lahir, pertama-tama kita harus merubah Kartu Keluarga untuk memasukkan biodata anak yang baru lahir sekaligus meminta surat keterangan kelahiran dari Desa/kelurahan. Mengurus Perubahan Kartu Keluarga, dimulai dari Desa/Kelurahan, Kecamatan baru ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mendapatkan kartu Keluarga yang baru.

Langkah Pertama adalah melengkapi dokumen untuk perubahan KK, diantaranya : Kartu Keluarga yang lama (ASLI), Foto Copy Surat Keterangan lahir dari Dokter/bidan/penolong kelahiran, Foto Copy KTP-El dua orang saksi, Foto Copy KTP-el kedua orang tua, Foto Copy Akte Kelahiran saudara Kandung. Kemudian, datanglah ke Kantor desa/kelurahan untuk menyerahkan dokumen-dokumen tersebut.

Selanjutnya pihak desa/kelurahan akan memberikan formulir : 1.perubahan Kartu Keluarga 2. Biodata Anak yang baru lahir, Orang tua (pemohon) dan dua orang saksi berdasarkan KTP-el. Kemudian pihak desa/kelurahan akan memproses perubahan kartu keluarga, kalau persyaratan lengkap kita tinggal menunggu setengah jam tergantung antrian juga. Selanjutnya kita menuju kanto kecamatan untuk meminta tanda tangan dan stempel kecamatan pada dokumen perubahan Kartu Keluarga, biasanya di kecamatan disediakan ruang pelayanan khusus, dan prosesnya juga tergantung seberapa banyak antriannya.

Setelah mendapatkan tanda tangan dan stempel dari kecamatan, selanjutnya kita menuju kantor Dinas Kependudukan dan Catata Sipil Kabupaten Tuban, untuk mencetak Kartu Keluarga. Prosedurnya, kita mengambil kartu antrian untuk menuju meja petugas. Petugas dinas kependudukan dan catatan sipil akan memeriksa lagi persyaratan yang ada apakah sudah terpenuhi atau tidak, kalau sudah terpenuhi semua, biasanya kita akan dikasih kartu untuk pengambilan KK besoknya lagi, karena KK biasa butuh waktu sehari atau dua hari baru selesai dicetak.

Selanjutnya kalau kita sudah menerima kartu keluarga (KK) yang baru, kita kembali mengambil kartu antrian untuk menuju meja petugas. Selanjutnya kita sampaikan bahwa kita akan mengurus akte kelahiran, dan petugas akan meminta dokumen-dokumen sebagai persyaratan, termasuk petugas akan memberikan formulir permohonan penerbitan akte kelahiran untuk kita isi.

Pastikan seluruh dokumen yang menjadi syarat pengurusan akte kelahiran tersedia atau terpenuhi. Setidaknya ada 8 (delapan) dokumen yang harus dilengkapi :
  1. Formulir permohonan akte kelahiran yang sudah diisi secara lengkap, termasuk ada tanda tangan dua orang saksi kelahiran.
  2. Foto Copy Kartu Keluarga Yang sudah memasukan biodata anak yang baru lahir
  3. Foto Copy KTP - el Kedua orang tua (Ayah dan Ibu)
  4. Foto Copy KTP- el Dua orang saksi kelahiran
  5. Akte Kelahiran Saudara kandung (bagi anak dengan kelahiran ke 2,3,4,...)
  6. Akte Nikah/Kutipan akte Nikah yang sudah dilegalisir
  7. Surat Keterangan lahir yang diterbitkan oleh Desa/Kelurahan (ASLI)
  8. Surat Keterangan Lahir dari penolong (Dokter/Bidan/Penolong Kelahiran)
Kendala secara umum dalam mengurus akte kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya, adalah kelengkapan dokumen persyaratan. Masih banyak warga masyarakat yang belum mengetahui secara detail, dokumen-dokumen yang harus dipenuhi untuk mengurus dokumen kependudukan. Apalagi untuk mengurus dokumen kependudukan, sistemnya masih menggunakan sistem manual belum menggunakan IT yang terintegrasi. Sehingga mau tidak mau masyarakat masih harus banyak meluangkan waktu dan biaya terutama untuk transportasi yang rumahnya jauh dari pusat kota.

Semoga informasi ini cukup bermanfaat, selanjutnya disarankan memang harus banyak mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan prosedur dan syarat mengurus dokumen kependudukan.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar